Tuesday, July 11, 2017

Matahari Bukan Bintang

Aku matahari
Siap menjadi terang dalam gelap hidupmu
Memberi hangat di antara dinginnya sekelilingmu
Menjadi sumber kehidupan dalam matinya jiwamu

Disambut setiap pada hari baru
Bersama jingga biru dan merah muda
Dipandang mesra saat malam bersambut

Selalu ada bersamamu
Terlihat atau tidak
Saat bulan mengganti
Tenang,
Aku tak hilang
Hanya sedikit bergeser ke sisi lain
Tapi aku akan kembali
Aku di sini

Mungkin terlalu jauh
Terlalu besar
Terlalu panas
Mustahil dimiliki
Tapi aku akan selalu kau lihat, ada,
Bersamamu

Jangan cintai bintang
Karena aku bukan bintang
Menghiasi sepinya si bulan
Ditunggu jatuhnya

Indah memang
Tapi hanya bisa dipandang
Jauh
Kecil
Sembunyi
Tak tergapai
Tak nampak saat mahatari kembali
Ada sesekali

Dan untukmu,
Biarkan kujadi matahari
Bukan bintang

Saturday, December 10, 2016

CERITA

Bagai kalah dalam perang, tapi aku belum sempat maju
Kalau begitu, umpama apa yang harus digunakan untuk jadi deskripsi

Semua sama kecuali satu sisi dari kita
Asumsi itu salah? Utara-Selatan, Kiri-Kanan, Salah-Benar, Positif-Negatif
Kamu dan aku, kita

Kita? Apa kata kita ada untuk menghiasi paragraf sebagian cerita panjang
Belum tau bagaimana tamatnya, awalnya saja tanpa kerangka

Biar aku berandai akan sebuah skenario
Meski entah siapa yang jadi pemerannya
Satu hal semua orang suka cerita indah dalam kisahnya, bukan kisahmu atau kisah kita

Deskripsi indah pakai kata cinta
Mana kenal cinta jika baru kenal
Rahasia penulisnya siapa yang tahu jadi bagaimana

Mungkin ikuti saja
Meski berdarah di dalam, meski kering ciut di lubuk ujung
Siapa tahu cerita berubah, skenario bertamabah
Mengubah deskripsi yang ada karena waktu ikut main menulis ceritanya

RASA INI

Lewat setoples coklat aku berkata
Lewat setoples coklat aku bicara
Lewat setoples coklat aku sampaikan rasa

Ini nyata
Awalnya tidak sengaja
Lama-lama tak bisa lupa
Rasa ini awalnya suka
Aku takut lama-lama
Takut ini jadi cinta

Kalau kamu bagaimana?
Apakah sudah tahu rasanya?
Rasa hatiku ini yang ada

Apa kamu sudah menyadarinya?

RINDU

Rasa ini menyiksa
Rasa ini harusnya tak ada
Ini apa?

Tatap sepasang bola mata coklat tua
Lengkungan manis bibirmu yang merasuk jiwa
Kamu ini siapa?

Tawa
Kata
Cerita
Rahasia
Itu milik kita berdua
Apa iya?

Sayang itu hanya sementara
Hanya dikala waktu itu ada
Apakah ada kesempatan lainnya?

Pertemuan itu nyata
Nyata dikala itu saja
Siapa yang tau dimana ujungnya?

Biar sekali saja
Bukan di dunia maya
Boleh kita jumpa?

Rasa ini menyesakan dada
Membuat panas di mata
Apakah ini cinta?

Oh mungkin saja
Mungkin saja aku sedang buta
Ini bukan cinta
Bisa jadi sedang sepi saja?

Wajahmu yang terus ada
Buat aku tak bisa lupa
Sebuah rasa yang selalu ada

Wednesday, April 29, 2015

Cinta yang Dilumuri Pertumpahan Darah Tanah Bumi Tumapel



Judul             : Dedes Ratu Bumi Tumapel

Pengarang     : Denny Novita

Penerbit         : Andromedia

Tahun terbit  : 2010

Cetakan         : Cetakan pertama

Tebal buku    : v + 362 halaman

Harga            : Rp. 50.000,-




Ken Arok, masyarakat kecil yang sangat membenci kekejaman penguasa dan prajurit Tanah Tumapel, membalikkan nasibnya yang tadinya adalah seorang perampok upeti Kerajaan Tumapel lalu membagikannya pada rakyat menjadi salah satu prajurit Tumapel yang berbalik taktik untuk berkuasa. Di sinilah sebuah kisah cinta berlumuran darah bermula. Begitu masuk ke dalam keluarga Kerajaan Tumapel, Ken Arok bertemu dengan Dedes dan keduanya langsung saling jatuh cinta. Namun ternyata ambisi Ken Arok yang besar malah menciptakan kutukan dan petaka baru.

Dedes yang saat itu sudah menjadi istri Raja Tumapel bernama pun dengan keteguhan hati dan keberaniannya di tengah segala permainan takdir hidupnya berhasil menjadi Ratu Tanah Bumi Tumapel. Ken Arok yang cerdik dan licik berhasil mendapatkan Dedes. Cinta murni antara mereka berdua rupanya ditakdirkan untuk dipenuhi dengan pertumpahan darah segala pihak. Kutukan pun melekat dan terjadi bunuh saling bunuh antar generasi. Tinggallah, kisah cinta lama di Bumi Tumapel yang menjadi bumbu dalam sebuah sejarah.

Cerita yang berdasarkan sebuah sejarah Kerajaan Singasari disalah satu tanah kuno di Jawa, dikemas kembali dalam novel epos dengan soft cover bergambarkan paras cantik Dedes dengan judul yang sama dengan nama tokoh wanita utama dalam novel epos ini. Cerita yang masih berbau percintaan di masa lampau diceritakan kembali dengan baik oleh pengarang dengan v + 362 halaman lengkap dengan sebuah puisi bermakna dalam yang dibuat menggunakan Bahasa Jawa. Jenis dan ukuran tulisan yang dipakai juga pas sehingga kita dengan mudah dapat membacanya. Kemudian terdapat gambar kerajaan pada zaman itu dibagian bawah kertas yang dipakai. Buku ini memang dapat digolongkan berat dan ukurannya yang sedikit besar yakni 21x24 cm sehingga agak sulit untuk membawanya. Bahan cover yang merupakan soft cover juga membuat novel ini mudah rusak dalam arti tertekuk. Uniknya, buku ini juga dilengkapi dengan sebuah CD berisikan drama yang memiliki cerita sama dengan isi novel ini dan juga soundtrack yang bisa kita dengarkan sembari membaca novel ini.

Denny Novita, lahir pada tanggal 18 November. Seorang ibu rumah tangga dari Sidoarjo yang memiliki kebiasaan belajar dan memikirkan hal-hal yang tidak biasa. Lulusan dari Universitas FISIP Jember 2001 ini telah banyak bertemu dengan orang-orang biasa yang ternyata mempunyai kisah hidup atau kepribadian hidup yang luar biasa. Karyanya pun yang dianggapnya sangat biasa dan hanya sekedar mengisi waktu luang, rupanya dapat diterima dan menjadi karya yang luar biasa. Denny Novita aktif juga sebagai seorang penyiar radio, sutradara, pemain theater dan saat ini berperhatian menguntai dan mengisi keheningan disela waktu mengasuh putri kesayangannya. 

Seperti yang sudah dipaparkan dalam sinopsis di atas, novel ini mengangkat cerita percintaan di dalam suatu masa pemerintahan kerajaan kuno di daerah Kediri. Tokoh utama dari cerita ini adalah tokoh yang juga sering disebut dalam buku-buku ilmu sejarah, yaitu Ken Arok dan Ken Dedes. Tema percintaan pada zamannya ini sangat menarik, karena si pengarang bisa mengembangkan imajinasinya dengan baik dan dikaitkan dengan fakta-fakta yang sempat terkuak menjadi suatu kisah yang dramatik dan dinamis. Alur cerita novel ini tidak terlalu berbelit-belit, maka itu pembaca bisa dengan mudah memahami alur cerita. Namun sayangnya mungkin agak sulit untuk mengerti detail cerita karena menggunakan bahasa baku dan asing di kehidupan sehari-hari kita bahkan ada beberapa Bahasa Jawa yang dipakai. Sudut pandang pada novel ini sangat konsisten karena sejak awal sampai akhir (kecuali bagian puisi) menggunakan sudut pandang sisi si pengarang serba tahu. Latar yang dipakai juga masih menggunakan sistem kerajaan Hindu kuno dan pengarang bisa dengan baik menggambarkan situasi pada zaman itu meski hanya dengan membaca gambaran akan tersalurkan dengan sendirinya dalam pikiran dan benak kita. Amanat dari cerit
a dalam novel ini juga banyak yang bisa kita petik, salah satunya novel ini juga mengajarkan kita agar jangan sampai ambisi yang terlalu besar dapat berbalik merugikan atau memakan kita.

Denny Novita melalui novelnya ingin mengajak kita agar lebih melirik dan tertarik pada novel epos, karena dalam novel ini Denny dapat membuktikan pada kita dengan adanya kemasan bahasa dipadukan dengan imajinasi yang menarik, dapat membuahkan sebuah novel epos yang menarik dan terkenang di hati. Novel ini bisa dibaca oleh para remaja atau orang dewasa.

Tuesday, April 28, 2015

Denny Novita : Sosok di balik Buku Dedes Ratu Bumi Tumapel

Denny Novita yang tak lain adalah salah satu pengarang dari novel epos Dedes Ratu Bumi Tumapel rupanya adalah seorang ibu rumah tangga biasa dari Sidoarjo yang memiliki kebiasaan belajar dan memikirkan hal-hal yang tidak biasa. Lulusan dari FISIP Universitas Jember ini sangat merasa beruntung bertemu dengan orang-orang biasa yang istimewa. Novita aktiv sebagai penyiar radio, sutradara, dan pemain theater. 
Kenyataan bahwa Denny Novita lahir dan besar di Sidoarjo tak luput membuat novel epos ini banyak menggunakan bahasa Jawa dan kiasan-kiasan yang tak umum. Bagi orang awam yang tidak begitu mengenal bahasa Jawa pada awalnya akan sedikit kesulitan dan perlu konsentrasi ekstra untuk memahami arti dari kalimat yang tertuang dalam novel Dedes Ratu Bumi Tumapel ini.
Sebagai ibu rumah tangga biasa yang saat ini hanya disibukkan dengan mengurus kedua putrinya di rumah maka Novita mempunyai cukup banyak waktu luang untuk menulis karya-karya lain yang cukup menarik. Hobinya yang tak lain suka memikirkan hal yang tidak biasa rupanya menjadi pencetus lahirnya novel epos ini. Dirinya yang suka memikirkan hal-hal tak biasa biasa mendapatkan inspirasi untuk mengangkat kisah hidup Dedes yang di dalam cerita sejarah digambarkan sebagai Ratu yang sangat berkuasa dan cantik rupawan. Sampai saat ini tidak ada sebuah fakta yang menuliskan bagaimana kisah hidup Dedes atau tokoh lainnya, namun hanya menggambarkan bagaimana kerajaan yang dipimpin oleh Dedes dan suaminya Ken Arok. Buku-buku sejarah pada umumnya hanya menggambarkan bagaimana kehidupan sosial pada masa itu, bagaimana kejayaan dan pola hidup masyarakat, serta silsilah keluarga kerajaan yang rupanya jika ditambah oleh beberapa cerita khayalan kita bisa menjadi menarik.


(Penampilan buku Dedes Ratu Bumi Tumapel)

Kebetulan Novita ini memiliki kemampuan untuk memberikan nuansa lain dari sejarah Kerajaan Singasari ini dan membuat cerita baru penuh romansa yang tetap berpatokkan pada kisah aslinya. Penggambaran kehidupan zaman yang tak tersentuh oleh kita pada zaman sekarang ini bisa tergambarkan dengan baik dan setiap peristiwanya bisa dibilang masuk akal. Tingkat bahasa yang digunakan oleh Novita juga lumayan tinggi dan banyak kata-kata baru yang bisa menjadi bekal ilmu tambahan bagi kita yang membaca.
Kegiatan lain Novita sebagai seorang penyiar radio, sutradara dan pemain teater membuat novel ini pada bagian belakangnya ditambahi dengan sebuah penggalan naskah drama menggunakan bahasa inggris dan naskah drama yang tertulis ini begitu terperinci dan bisa menjelaskan bagaimana kita harus bergerak dan memasang ekpresi wajah. Rupanya terbiasa menjadi pemain teater dan sutradara membuat Novita bisa membuat naskah drama yang terperinci ini. Saat membeli novel ini kita juga akan mendapatkan sebuah CD berisikan lagu-lagu instrument yang bisa kita dengar sambil membaca novel ini. Pernah bekerja sebagai penyiar radio juga membuat Novita sudah terbiasa mendengarkan karakteristik musik yang cocok untuk di dengar pada saat-saat tertentu dan bisa membawa pembaca semakin hanyut dalam cerita yang ia tulis dan menggambarkan bagaimana situasi dalam cerita sehingga pembaca juga bisa lebih menjiwai setiap kata yang dibaca.


Simak juga ---> Resensi Buku Dedes

SEGURAT SENYUMAN

Senyum
Satu kata berjuta makna
Satu kata berjuta rasa
Satu kata berjuta kenangan

                                                                        Kau tersenyum
                                                                        Siapa yang bilang jika kau bahagia
                                                                        Siapa yang bilang jika kau lega
                                                                        Siapa yang bilang jika kau damai

Satu senyuman
Kedok kehancuran
Kedok kepedihan
Kedok keputusasaan
Dan juga kedoh kepasrahan

                                                                        Senyum berarti banyak
                                                                        Senyum adalah ekspresi
                                                                        Senyum adalah kegembiraan
                                                                        Senyum adalah salam
                                                                        Senyum adalah tameng
                                                                        Senyum adalah palsu



Biar jadi menjadi penimbun kepedihan
Senyum sebuah dorongan
Senyum sebuah semangat
Mencoba tegar kita tersenyum
Mencoba baik kita tersenyum

                                                                        Menjadi kuat selalulah tersenyum
                                                                        Menjadi riang selalulah tersenyum
                                                                        Segala yang terjadi
                                                                        Segala yang dialami
                                                                        Terimalah, jalanilah, hadapilah, rasakanlah, tekunilah

                                                                        Dengan segurat senyuman




By : Maria Adelina D.M

11/11/2013