Sabtu, 29 November 2014, butuh satu hari lagi untuk berganti menjadi Desember. Tak kusadari betapa cepatnya waktu berlalu.
Di post sebelumnya aku berbicara mengenai mimpi, mengenai jalan apa yang hendak kutapaki untuk mencapai masa depan. Aku tertegun bahwa apa yang kurencanakan dengan apa yang terjadi pada saat ini sungguh bertolak belakang.
Inikah realitas dari ungkapan 'Kenyataan tidak selalu berjalan sesuai harapan' ?
Tak dapat kupungkiri mimpiku untuk melanjutkan studi di bidang Seni Rupa di Kota Bandung harus kandas. Tidak ada satu tetes pun air mata yang keluar dari mataku ketika sebuah kenyataan pahit itu menamparku. Aku gagal. Hanya sebuah senyuman yang terlukis di wajahku saat itu, sungguh aneh. Perasaan lega menyelimutiku. Rasa takut, ragu, gugup dan semua tekanan yang kurasakan lenyap ketika aku tahu bahwa aku gagal, aku gagal mencapai mimpiku.
Ketika sebuah pilihan besar menghadangku, aku terdiam. Aku tidak tahu jalan mana yang harus kuambil untuk melajutkan hidup ini. Sebuah pilihan tidak datang dua kali, sebuah kesempatan tidak datang dua kali -ya, begitulah yang kuyakini.
Aku merasa aku baik-baik saja, tapi rupanya di dalam diriku yang bahkan tak kusadari aku hancur. Saat ditanya apa yang akan aku lakukan ke depannya aku hanya terdiam tak menjawab. Aku menjadi pengecut dengan menyerahkan semua hakku untuk memilih kepada kedua orang tuaku. Aku lari dari pahitnya hidup, aku tidak menyalahkan Tuhan tapi aku berhenti berharap padanya. Rupanya aku sadar, aku tidak menangis kala itu karena air mataku sudah membeku. Tamparan itu terlalu sakit hingga aku pun tak sanggup hanya untuk sekedar menangis.
Dunia yang tadinya berwarna berubah menjadi hitam putih di mataku. Aku takut, aku sadar betapa beratnya hidup ini. Betapa sebuah kegagalan bisa menyeretmu ke dalam lubang hitam tanpa cahaya. Aku tak mau menjadi orang yang masuk ke dalam lubang itu. Maka aku pun mencoba bangkit dengan terseok-seok, melangkah perlahan-lahan menjauhi lubang itu.
Hitam putih saja begitu menakutkan di mataku, bagaimana jika semua berubah menjadi hitam?
Hati nuranilah yang menolongku. Sebuah bisikan dari dalam hatiku terus mengajakku untuk mau bangkit, menjadi seorang yang baru. Mungkin sepele. Gagal masuk ke dalam jurusan dan univeristas yang kita mau, sungguh hal yang sangat lumrah. Tapi dalam 17 tahun aku menjalani hidup, itu adalah kegagalan terbesarku. Tak pernah gagal, selalu bisa mencapai yang aku mau... tak pernah kusangka kegagalan sepedih itu.
Aku tak pernah mengingini sesuatu begitu besar, tak pernah aku berusaha begitu besar, tak pernah aku mengerti arti kegagalan yang sesungguhnya, dan ketika kegagalan itu datang, hatiku belum siap.
Malam itu aku tahu, aku begitu takut untuk berdoa. Aku takut mengucapkan harapan. Tapi tersadarlah aku, apa artinya sebuah hidup tanpa harapan? Sebuah kegagalan mungkin adalah sebuah sungai besar yang memutus jalanmu untuk mencapai mimpimu.
Sebuah lagu menginspirasiku. Lagu lama yang dinyanyikan oleh AKB48 berjudul River tak pernah berhenti kudengar saat aku memulai perjuanganku dulu. Lagu itu selalu membuatku semangat lagi dan berani mengangkat kepala ketika aku tertunduk takut. Meski sungai itu memutus jalanmu, janganlah kau lari, janganlah kau mundur. Sebrangi, berenanglah agar sampai ke seberang sana, jangan takut pada arus yang ada. Bila kamu terbawa arus, teruslah berenang.
Ketika kakiku sudah tidak kuat lagi untuk melangkah menjauhi lubang hitam yang dalam itu aku pun seolah mendapatkan kekuatan dari lagu itu. Sungguh lagu yang menginspirasi. Bagi kamu yang butuh semangat cobalah mendengarkan lagu River yang dilantunkan oleh AKB48 atau JKT48 agar dapat memahami arti lagu itu lebih dalam. Percayalah pada lagu itu, aku yakin kamu pasti bisa bangkit.
Sekali gagal bukan berarti gagal selamanya.
Sebuah kalimat sederhana yang entah dari mana tiba-tiba muncul dalam benakku, menuangkan semangat yang membanjiriku. Aku tidak akan berhenti berenang agar sampai ke jalan di seberang sana!
Dan di sinilah aku. Aku berkuliah di salah satu universitas ternama di Jakarta. Kampusku yang berada di tengah kota menjadi sebuah perahu yang aku naiki untuk membawaku ke masa depan yang lebih indah dan lebih baik. Aku sadar bahwa di dunia ini tidak akan pernah lepas dari yang namanya kegagalan, besar atau kecil sekalipun. Namun yang penting bukan itu, bukan seberapa banyak kegagalan yang ada di hidupmu melainkan bagaimana caranya kamu untuk bisa bangkit, berlari sejauh mungkin dari yang namanya keterpurukan. Diam dan menjebloskan dirimu sendiri ke dalam keterpurukan bukanlah hal yang lebih baik, percayalah itu lebih menakutkan dari kegagalan.
Bangkit dan memulai semua dari awal bukanlah hal yang mudah tapi sungguh menyenangkan dan memberikanmu banyak senyuman. Terkadang kegagalan membawamu pada hal yang lebih indah. Ah! Bukan terkadang, tapi sepertinya pasti akan membawamu pada hal yang lebih indah jika kau berhasil bangkit dan menentukan jalan lain untuk mencapai mimpi.
Ada begitu macam jalan menuju mimpi, setidaknya itu yang pernah aku yakini. Namun menyakini sesuatu tidak mudah ketika kita harus menjalaninya langsung. Yakin dan menjalani adalah sebuah hal yang berbeda. Sama seperti ketika kau percaya agama tapi tidak selalu mudah menjalani amanah agamamu. Ya, begitu juga dengan hal yang satu ini.
Hal yang bisa kubagikan adalah pengalaman. Selebihnya aku pun belum menemuinya. Aku pun saat ini belum mencapai setengah jalan, perjalananku masih panjang. Tapi jalan yang lain terkadang malah memberikan keuntungan buatmu. Tidak semua hal seburuk yang kau kira.
Tak pernah kubayangkan di perahuku yang baru ini aku mendapatkan banyak sahabat. Sebuah kata yang dari dulu tak pernah kupahami. Apa itu sahabat? Kini aku mengetahuinya. Mengenal mereka, dekat dengan mereka, menghabiskan hari dengan mereka, berjuang bersama mereka, semua dengan mereka...tak pernah aku begitu merasa bahwa aku mempunyai sahabat. Sahabat yang selama ini menjadi sebuah kata kosong semata bagiku bisa kudapati maknanya di perahu baruku ini.
Terhitung tidak sampai dua bulan, aku mendapatkan kesempatan yang begitu besar. Bertemu dengan mantan orang nomor satu di Indonesia, mengikuti lomba nasional, mengurusi sebuah acara internasional, dipercaya dan dipuja oleh banyak orang sebaya dan yang sudah jauh lebih dewasa dari padaku.... semua bisa kuraih dalam hitungan kurang dari dua bulan, mungkin suatu hal yang tidak akan pernah kudapat jika aku membiarkan diriku diam dan masuk ke dalam lubang hitam itu.
Sebuah jalan baru terbentang lebar di hadapanku. Aku melihatnya. Aku bersyukur dan aku tidak takut untuk mulai melangkahkan kakiku di sana.
Sekali gagal bukan berarti gagal selamanya.
Semua yang ada di dunia ini menakutkan, kau perlu tahu. Dan oleh sebab itulah siapkan dirimu dan jangan pernah takut untuk menhadapinya. Beranilah, mungkin itu yang bisa kubilang.
Aku pun tahu aku masih menjadi seorang gadis remaja yang rapuh dan penuh dengan kekurangan, namun aku tahu aku sekarang ini ada di dalam proses, proses menjadi kuat. Sama seperti bunga Sakura -bunga kesukaanku -yang sedang kuncup dan menunggu waktu untuk bermekaran, menebarkan pesona dan keindahannya, membuat orang tercengang kagum.
Aku sedang menatar kembali hidupku, menentukan target-target yang harus aku capai. Aku percaya aku bisa, dan bila aku gagal....AKU AKAN BANGKIT KEMBALI, sebab ingatlah terus dalam benakmu SEKALI GAGAL BUKAN BERARTI GAGAL SELAMANYA.
.
.
.
.
.
.
.
.