Wednesday, April 29, 2015

Cinta yang Dilumuri Pertumpahan Darah Tanah Bumi Tumapel



Judul             : Dedes Ratu Bumi Tumapel

Pengarang     : Denny Novita

Penerbit         : Andromedia

Tahun terbit  : 2010

Cetakan         : Cetakan pertama

Tebal buku    : v + 362 halaman

Harga            : Rp. 50.000,-




Ken Arok, masyarakat kecil yang sangat membenci kekejaman penguasa dan prajurit Tanah Tumapel, membalikkan nasibnya yang tadinya adalah seorang perampok upeti Kerajaan Tumapel lalu membagikannya pada rakyat menjadi salah satu prajurit Tumapel yang berbalik taktik untuk berkuasa. Di sinilah sebuah kisah cinta berlumuran darah bermula. Begitu masuk ke dalam keluarga Kerajaan Tumapel, Ken Arok bertemu dengan Dedes dan keduanya langsung saling jatuh cinta. Namun ternyata ambisi Ken Arok yang besar malah menciptakan kutukan dan petaka baru.

Dedes yang saat itu sudah menjadi istri Raja Tumapel bernama pun dengan keteguhan hati dan keberaniannya di tengah segala permainan takdir hidupnya berhasil menjadi Ratu Tanah Bumi Tumapel. Ken Arok yang cerdik dan licik berhasil mendapatkan Dedes. Cinta murni antara mereka berdua rupanya ditakdirkan untuk dipenuhi dengan pertumpahan darah segala pihak. Kutukan pun melekat dan terjadi bunuh saling bunuh antar generasi. Tinggallah, kisah cinta lama di Bumi Tumapel yang menjadi bumbu dalam sebuah sejarah.

Cerita yang berdasarkan sebuah sejarah Kerajaan Singasari disalah satu tanah kuno di Jawa, dikemas kembali dalam novel epos dengan soft cover bergambarkan paras cantik Dedes dengan judul yang sama dengan nama tokoh wanita utama dalam novel epos ini. Cerita yang masih berbau percintaan di masa lampau diceritakan kembali dengan baik oleh pengarang dengan v + 362 halaman lengkap dengan sebuah puisi bermakna dalam yang dibuat menggunakan Bahasa Jawa. Jenis dan ukuran tulisan yang dipakai juga pas sehingga kita dengan mudah dapat membacanya. Kemudian terdapat gambar kerajaan pada zaman itu dibagian bawah kertas yang dipakai. Buku ini memang dapat digolongkan berat dan ukurannya yang sedikit besar yakni 21x24 cm sehingga agak sulit untuk membawanya. Bahan cover yang merupakan soft cover juga membuat novel ini mudah rusak dalam arti tertekuk. Uniknya, buku ini juga dilengkapi dengan sebuah CD berisikan drama yang memiliki cerita sama dengan isi novel ini dan juga soundtrack yang bisa kita dengarkan sembari membaca novel ini.

Denny Novita, lahir pada tanggal 18 November. Seorang ibu rumah tangga dari Sidoarjo yang memiliki kebiasaan belajar dan memikirkan hal-hal yang tidak biasa. Lulusan dari Universitas FISIP Jember 2001 ini telah banyak bertemu dengan orang-orang biasa yang ternyata mempunyai kisah hidup atau kepribadian hidup yang luar biasa. Karyanya pun yang dianggapnya sangat biasa dan hanya sekedar mengisi waktu luang, rupanya dapat diterima dan menjadi karya yang luar biasa. Denny Novita aktif juga sebagai seorang penyiar radio, sutradara, pemain theater dan saat ini berperhatian menguntai dan mengisi keheningan disela waktu mengasuh putri kesayangannya. 

Seperti yang sudah dipaparkan dalam sinopsis di atas, novel ini mengangkat cerita percintaan di dalam suatu masa pemerintahan kerajaan kuno di daerah Kediri. Tokoh utama dari cerita ini adalah tokoh yang juga sering disebut dalam buku-buku ilmu sejarah, yaitu Ken Arok dan Ken Dedes. Tema percintaan pada zamannya ini sangat menarik, karena si pengarang bisa mengembangkan imajinasinya dengan baik dan dikaitkan dengan fakta-fakta yang sempat terkuak menjadi suatu kisah yang dramatik dan dinamis. Alur cerita novel ini tidak terlalu berbelit-belit, maka itu pembaca bisa dengan mudah memahami alur cerita. Namun sayangnya mungkin agak sulit untuk mengerti detail cerita karena menggunakan bahasa baku dan asing di kehidupan sehari-hari kita bahkan ada beberapa Bahasa Jawa yang dipakai. Sudut pandang pada novel ini sangat konsisten karena sejak awal sampai akhir (kecuali bagian puisi) menggunakan sudut pandang sisi si pengarang serba tahu. Latar yang dipakai juga masih menggunakan sistem kerajaan Hindu kuno dan pengarang bisa dengan baik menggambarkan situasi pada zaman itu meski hanya dengan membaca gambaran akan tersalurkan dengan sendirinya dalam pikiran dan benak kita. Amanat dari cerit
a dalam novel ini juga banyak yang bisa kita petik, salah satunya novel ini juga mengajarkan kita agar jangan sampai ambisi yang terlalu besar dapat berbalik merugikan atau memakan kita.

Denny Novita melalui novelnya ingin mengajak kita agar lebih melirik dan tertarik pada novel epos, karena dalam novel ini Denny dapat membuktikan pada kita dengan adanya kemasan bahasa dipadukan dengan imajinasi yang menarik, dapat membuahkan sebuah novel epos yang menarik dan terkenang di hati. Novel ini bisa dibaca oleh para remaja atau orang dewasa.

Tuesday, April 28, 2015

Denny Novita : Sosok di balik Buku Dedes Ratu Bumi Tumapel

Denny Novita yang tak lain adalah salah satu pengarang dari novel epos Dedes Ratu Bumi Tumapel rupanya adalah seorang ibu rumah tangga biasa dari Sidoarjo yang memiliki kebiasaan belajar dan memikirkan hal-hal yang tidak biasa. Lulusan dari FISIP Universitas Jember ini sangat merasa beruntung bertemu dengan orang-orang biasa yang istimewa. Novita aktiv sebagai penyiar radio, sutradara, dan pemain theater. 
Kenyataan bahwa Denny Novita lahir dan besar di Sidoarjo tak luput membuat novel epos ini banyak menggunakan bahasa Jawa dan kiasan-kiasan yang tak umum. Bagi orang awam yang tidak begitu mengenal bahasa Jawa pada awalnya akan sedikit kesulitan dan perlu konsentrasi ekstra untuk memahami arti dari kalimat yang tertuang dalam novel Dedes Ratu Bumi Tumapel ini.
Sebagai ibu rumah tangga biasa yang saat ini hanya disibukkan dengan mengurus kedua putrinya di rumah maka Novita mempunyai cukup banyak waktu luang untuk menulis karya-karya lain yang cukup menarik. Hobinya yang tak lain suka memikirkan hal yang tidak biasa rupanya menjadi pencetus lahirnya novel epos ini. Dirinya yang suka memikirkan hal-hal tak biasa biasa mendapatkan inspirasi untuk mengangkat kisah hidup Dedes yang di dalam cerita sejarah digambarkan sebagai Ratu yang sangat berkuasa dan cantik rupawan. Sampai saat ini tidak ada sebuah fakta yang menuliskan bagaimana kisah hidup Dedes atau tokoh lainnya, namun hanya menggambarkan bagaimana kerajaan yang dipimpin oleh Dedes dan suaminya Ken Arok. Buku-buku sejarah pada umumnya hanya menggambarkan bagaimana kehidupan sosial pada masa itu, bagaimana kejayaan dan pola hidup masyarakat, serta silsilah keluarga kerajaan yang rupanya jika ditambah oleh beberapa cerita khayalan kita bisa menjadi menarik.


(Penampilan buku Dedes Ratu Bumi Tumapel)

Kebetulan Novita ini memiliki kemampuan untuk memberikan nuansa lain dari sejarah Kerajaan Singasari ini dan membuat cerita baru penuh romansa yang tetap berpatokkan pada kisah aslinya. Penggambaran kehidupan zaman yang tak tersentuh oleh kita pada zaman sekarang ini bisa tergambarkan dengan baik dan setiap peristiwanya bisa dibilang masuk akal. Tingkat bahasa yang digunakan oleh Novita juga lumayan tinggi dan banyak kata-kata baru yang bisa menjadi bekal ilmu tambahan bagi kita yang membaca.
Kegiatan lain Novita sebagai seorang penyiar radio, sutradara dan pemain teater membuat novel ini pada bagian belakangnya ditambahi dengan sebuah penggalan naskah drama menggunakan bahasa inggris dan naskah drama yang tertulis ini begitu terperinci dan bisa menjelaskan bagaimana kita harus bergerak dan memasang ekpresi wajah. Rupanya terbiasa menjadi pemain teater dan sutradara membuat Novita bisa membuat naskah drama yang terperinci ini. Saat membeli novel ini kita juga akan mendapatkan sebuah CD berisikan lagu-lagu instrument yang bisa kita dengar sambil membaca novel ini. Pernah bekerja sebagai penyiar radio juga membuat Novita sudah terbiasa mendengarkan karakteristik musik yang cocok untuk di dengar pada saat-saat tertentu dan bisa membawa pembaca semakin hanyut dalam cerita yang ia tulis dan menggambarkan bagaimana situasi dalam cerita sehingga pembaca juga bisa lebih menjiwai setiap kata yang dibaca.


Simak juga ---> Resensi Buku Dedes

SEGURAT SENYUMAN

Senyum
Satu kata berjuta makna
Satu kata berjuta rasa
Satu kata berjuta kenangan

                                                                        Kau tersenyum
                                                                        Siapa yang bilang jika kau bahagia
                                                                        Siapa yang bilang jika kau lega
                                                                        Siapa yang bilang jika kau damai

Satu senyuman
Kedok kehancuran
Kedok kepedihan
Kedok keputusasaan
Dan juga kedoh kepasrahan

                                                                        Senyum berarti banyak
                                                                        Senyum adalah ekspresi
                                                                        Senyum adalah kegembiraan
                                                                        Senyum adalah salam
                                                                        Senyum adalah tameng
                                                                        Senyum adalah palsu



Biar jadi menjadi penimbun kepedihan
Senyum sebuah dorongan
Senyum sebuah semangat
Mencoba tegar kita tersenyum
Mencoba baik kita tersenyum

                                                                        Menjadi kuat selalulah tersenyum
                                                                        Menjadi riang selalulah tersenyum
                                                                        Segala yang terjadi
                                                                        Segala yang dialami
                                                                        Terimalah, jalanilah, hadapilah, rasakanlah, tekunilah

                                                                        Dengan segurat senyuman




By : Maria Adelina D.M

11/11/2013

Tuesday, April 21, 2015

Sosok Guardian Lain yang Tersembunyi


Judul                : Amazing Guardian 2


Penulis             : Ran Orihara

Penerbit            : ICE CUBE

Tebal                : vi+ 209 halaman

ISBN                : 978-979-91-0686-5

          

           
Buku karangan Ran Orihara dengan judulnya Amazing Guardian 2 atau Chouzetsu no Hogosha 2 ini merupakan kelanjutan dari cerita Amazing Guardian 1. Di buku kedua ini penulis masih membahas mengenai kasus-kasus yang ada di Hogosha Gakuen. Namun pada buku kedua ini ada tokoh baru yang dimunculkan yang akan membawa cerita pada puncak konflik.

Sebelumnya, di buku pertama kemunculan sosok bernama Black Guardian dimunculkan pada bagian halaman terakhir. Sosok Black Guardian yang lebih misterius dari Guardian membuat sosok Guardian bertanya-tanya siapakah Black Guardian sebenarnya. Salah satu target Guardian menyampaikan pesan Black Guardian yang berisikan sebuah peringatan dan ancaman bahwa Black Guardian akan menghancurkan Hogosha Gakuen dan juga menghancurkan Guardian. Asa terlihat tidak menanggapi pesan tersebut, namun semakin lama Black Guardian semakin gencar menunjukkan keberadaan mereka pada Guardian. Jumlah permohonan dari siswa berkurang setiap minggunya dan terjadi keanehan ada sikap Asa. Asa yang biasa sangat selektif dalam menentukan target menjadi sosok Asa yang lain dengan menjadikan semua orang yang mengirimkan permohonan pada Guardian menjadi targetnya. Pada akhirnya sudah tidak ada lagi permohonan yang masuk dan Asa semakin merasa tertekan. Guardian akhirnya benar-benar merasakan tekanan dari Black Guardian yang mencoba menghancurkan mereka. Sampai suatu hari diketahui ternyata salah satu anggota Guardian adalah anggota Black Guardian. Terjadi penghianatan. Identitas asli Guardian pun di bongkar namun rupanya akhir cerita tidak seperti yang kita duga. Bila Guardian hancur maka Black Guardian juga hancur. Di buku kedua inilah akan terbongkar siapakah Black Guardian serta apa tujuan mereka.  Pembaca akan dibuat merasa penasaran dengan sosok penghianat yang ada di dalam Guardian dan akan terus membaca untuk mencari tahu kelanjutan nasib Guardian. Kemunculan Black Guardian ini sangat menjadi bumbu yang paling menarik di dalam keseluruhan cerita.

Buku Amaizing Guardian 2 ini memiliki softcover dengan gambar empat sosok anggota Guardian dengan tampilan mereka yang nyentrik. Buku ini berukuran 13,5 x 20 cm dan tidak berat sehingga mudah untuk dibawa. Bahasa yang digunakan lumayan baku dan makna yang dapat kita ambil dari cerita secara tidak langsung, sehingga membutuhkan pemikiran dan kreatifitas kita untuk dapat betul-betul memahami apa yang disampaikan dari setiap kasusnya. Besar tulisan untuk buku ini dapat dikatakan lumayan kecil dan jarak tulisan yang agak padat membuat terkadang salah membaca atau jenuh, namun jenis tulisan dipilih dengan baik sehingga banyak membantu –sama seperti pada buku pertama. Dibutuhkan konsentarasi atau kreatifitas saat membaca buku ini sehingga buku ini lebih baik dibaca oleh anak remaja atau orang dewasa. Hanya dengan harga 40.000 rupiah kita bisa mendapatkan sebuah kumpulan kasus menarik dan kompleks yang membuat kita secara tak sadar hanyut dalam ceritanya. 

Bayi dalam Tas : Cinta Ibu dan Anak

Malam ini sebuah video penuh inspirasi buatan Thailand lagi-lagi sukses membuat mataku berkaca-kaca. Video berdurasi 7 menit 12 detik ini cukup memberikan beberapa pesan moral yang bisa menghidupkan kembali rasa kemanusiaan kita yang pada realitasnya masih sedikit disadari. 

Video ini menceritakan mengenai seorang perempuan yang masih duduk di bangku pelajar dan menemukan seorang bayi dalam tas di tempat pembuangan sampah. Siang/sore itu gadis ini hendak membuang gelas plastik di tempat pembuangan sampah di tepi jalan. Gadis itu memperhatikan sebuah tas. Ada suara tangisan bayi dari dalam tas tersebut dan setelah dibuka ternyata ada seorang bayi sedang menangis. Gadis itu dengan wajah terkejutnya kemudian mengambil bayi itu.

Karena statusnya yang masih pelajar, bayangkan betapa banyak isu yang akan beredar. Gadis itu mendapatkan komentar pedas dan juga kata-kata yang menghakiminya. Gadis itu berani untuk menanggung beban mental dan tanggung jawab akan hidup satu jiwa di tangannya. Ia mencoba tidak memperdulikannya dan membesarkan bayi yang ditemukannya seorang diri. Gadis ini juga menolak untuk menjelaskan kebenaran pada orang-orang yang telah salah paham menilai dirinya.

Dalam video ini, diperlihatkan bagaimana gadis itu hadir menjadi sosok IBU bagi anak itu. Bayi mungil yang ditemukannya dalam tas sudah tumbuh besar, kira-kira terlihat seperti anak berumur 4-7 tahun. Video ini (menurutku) sukses menggambarkan bagaimana kuat hubungan dan cinta yang ada antara sosok gadis dan anak itu. Bayi yang sukses tumbuh menjadi anak perempuan yang sangat menggemaskan itu jelas menunjukkan betapa besar cintanya bagi orang yang dikenal sebagai ibunya. 

Silahkan teman-teman semua cek videonya :)



(Cerita diambil dari kisah nyata)


Bagaimana? Pesan apa yang bisa teman-teman dapat dari video ini?

Dari sudut pandangku sendiri, pesan yang bisa aku ambil antara lain:
  1. Berani untuk menolong dan menyelamatkan jiwa seseorang sekecil apapun dia
  2. Jangan menghakimi seseorang sebelum kita tahu kebenaran
  3. CINTA ADALAH HAL YANG SANGAT INDAH
  4. Betapa indahnya dan kuatnya hubungan antara seorang anak dan ibu. Ibu tidak selamanya ibu yang melahirkan kita, tapi orang yang menjaga kita, membesarkan kita dan mendidik kita dengan caranya adalah ibu kita
  5. Jangan pernah menyia-nyiakan seorang anak, karena ia adalah anugrah
  6. Betapa berharganya HIDUP
.
.
.
"I love you, Mama." - Lilkid 
.
.
.

Monday, April 20, 2015

Tempat Nongkrong Baru Buatan Alumni : Campus Coffee

          Keberadaan cafe minimalis dengan desain yang menarik, menjadi pemandangan yang sudah tidak asing lagi bagi kita di kampus UNIKA Atma Jaya Semanggi. Dikenal dengan nama Campus Coffee, keberadaannya menambahkan warna dan ragam kuliner di kampus kita tercinta. Resmi dibuka pada tanggal 20 Februari 2015 lalu, Campus Coffee ini langsung ramai dibanjiri oleh mahasiswa yang merasa penasaran dan tertarik oleh keunikan desain dari Campus Coffee. Campus Coffee hadir dengan menu berbagai macam minuman terutama kopi dan makanan ringan seperti snack, roti dan kue dengan harga yang akrab dengan saku mahasiswa, yaitu mulai dari harga lima belas ribu sampai dengan tiga puluh ribu rupiah. Campus Coffee berlokasi di samping Gedung D dekat dengan toko-toko berbasis bisnis komersil lainnya yang sebelumnya sudah ada di UNIKA Atma Jaya.
Campus Coffee memiliki penampilan yang berbeda dengan tempat ‘nongkrong’ lainnya di dalam kampus Semanggi sehingga membuatnya nampak mencolok. Dominan terbuat dari kaca yang tembus pandang memungkinan kita untuk dapat melihat isi dan desain interior Campus Coffee dari luar. Kedatangan kita di Campus Coffee akan langsung disambut hangat oleh harum kopi yang sangat kental, udara sejuk dan juga alunan musik klasik. Memiliki kapasitas untuk dua puluh orang rupanya kurang, dilihat dari banyaknya pelanggan Campus Coffee yang mengantre dan kebingungan mencari tempat duduk. Meski begitu, masalah kapasitas sendiri tidak lantas membuat mahasiswa enggan memanjakan indera pengecap mereka di Campus Coffee. Banyak juga mahasiswa yang datang membeli minuman lalu membawanya ke tempat lain. Kebutuhan para pengunjung dapat dilayani dengan baik oleh lima staff Campus Coffee yang selalu standby sesuai shift kerja mereka.
         Keberadaan Campus Coffee ini berawal dari ide yang dicetuskan oleh keenam alumni Fakultas Kedokteran UNIKA Atma Jaya tahun 1971. Ide ini untuk menjawab kebutuhan akan tempat berkumpulnya para alumni. Selain itu mereka juga merasa rindu akan kampus tercinta mereka sehingga dibuatlah Campus Coffee ini di kampus Semanggi. Pada saat tahun 1971 Fakultas Kedokteran Atma Jaya masih berada di Semanggi, oleh sebab itu Campus Coffee dibuat di kampus Semanggi bukan di tempat Fakultas Kedokteran UAJ sekarang berada, yaitu di Pluit. Setiap harinya ada seorang dari keenam alumni pencetus Campus Coffee yang mengawasi segala kegiatan Campus Coffee secara bergantian. “Kami berenam memiliki kesibukan sendiri, ada yang jadi dosen dan juga dokter. Namun kita sudah berkomitmen bahwa pasti akan ada waktu untuk Campus Coffee,” ujar Meiwita Budiharsana Iskandar selaku salah satu dari enam alumni FK UAJ 1971. Beliau juga berkata bahwa Campus Coffee ini masih dalam tahap percobaan. Meski selalu ramai, namun belum bisa diputuskan bahwa Campus Coffee ini sukses atau tidak karena keberadaannya masih kurang dari enam bulan.  Sebisa mungkin alumni yang sedang berjaga selalu menuliskan evaluasi setiap harinya dan mencari tahu apa keinginan dari para konsumen yang belum tersedia di Campus Coffee. Hal ini perlu dilakukan untuk perkembangan Campus Coffee kedepannya.
           Berawal dari ide untuk menyediakan tempat bagi para alumni berkumpul, nyatanya Campus Coffee ini justru malah ramai dikunjungi oleh mahasiswa dan keberadaan alumni justru intensitasnya lebih kecil. Hal ini menjadi pertanyaan besar, apakah visi dan misi dari Campus Coffee sudah melenceng jauh dari ide awal terbentuknya? Menurut Ibu Meiwita kehadiran mahasiswa yang membeludak menjadi salah satu dari beberapa kendala yang dihadapi oleh Campus Coffee. Alasannya adalah bagi para alumni tahun 1971 ada kesulitan untuk memahami keinginan dan juga selera anak muda pada zaman sekarang. Bisa jadi selera para mahasiswa di tahun 2000-an berbeda jauh dengan mereka para alumni. Memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan maksimal membuat para alumni ini ingin memenuhi semua keinginan dan kebutuhan para mahasiswa yang menjadi pelanggan Campus Coffee. Oleh karena itu dalam waktu beberapa bulan pertama ini para alumni menjalani Campus Coffee sambil terus melakukan penelitian. Lagi pula mereka tidak pernah menyangka Campus Coffee akan ramai oleh mahasiswa, namun hal ini selain menjadi kendala juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi para alumni karena hal ini menunjukkan bahwa Campus Coffee menerima kesan positif dari mahasiswa.

(tampilan luar Campus Coffee)

(tampilan dalam Campus Coffee)

(Campus Coffee yang ramai dengan mahasiswa)

Dapat ditemui banyak mahasiswa yang menghabiskan waktu kosongnya di Campus Coffee. Ada mahasiswa yang nampak asik berbincang dengan teman mereka sambil menikmati secangkir kopi, ada yang sibuk membaca buku kesukaan mereka dan bahkan ada pula dari mereka yang sibuk mengerjakan tugas kuliah. Kemunculan Campus Coffee ini seolah menjadi trend dikalangan mahasiswa UNIKA Atma Jaya Semanggi. Dibuka dari pk. 8.00 – pk.18.00 WIB, Campus Coffee tidak pernah luput dari keramaian mahasiswa. Rupanya ada beberapa alasan yang membuat mahasiswa betah dan menjadi rutin mengunjungi Campus Coffee. “Tempatnya nyaman banget, desainnya oke!” ujar Ryan Kurniawan mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi 2014 yang menyampaikan kesan pertamanya saat ke Campus Coffee. Berbagai alasan disampaikan oleh pengunjung Campus Coffee dan rata-rata dari mereka menyatakan bahwa kenyamanan yang menjadi poin utama dari tempat ini. Wangi kopi, alunan musik klasik, tersedianya banyak colokan listrik, udara sejuk dan bisa menikmati kopi dengan harga murah telah memikat hati kebanyakan mahasiswa. “Kalau sudah penat kelas pas ada jeda waktu emang enaknya ke sini. Meski banyak mahasiswa lain tapi tetap saja tempatnya cukup tenang dan wangi kopinya bikin rileks,” komentar Christopher Natanael yang mengaku sering menghabiskan waktu bersantai di Campus Coffee.
Seperti yang kita ketahui, selain Campus Coffee ada juga tempat ‘nongkrong’ yang serupa. Le Cafe milik prodi Hospitality sudah lebih dulu bergelut dibidang ini. Meskipun Le Cafe yang merupakan laboratorium milik prodi Hospitality selama ini menjadi satu-satunya cafe yang memanjakan pengecap mahasiswa dengan menu-menu andalannya, rupanya kemunculan Campus Coffee tidak meresahkan mereka. Le Cafe memberikan pelayanan bagi mahasiswa, dosen maupun alumni. Salah mahasiswa Hospitality yang sedang berjaga di Le Cafe, yaitu Bryan Dwiputra angkatan 2012 menyampaikan bahwa harapan mereka akan meningkatnya jumlah pelanggan telah terwujud oleh sebab itu mereka tidak resah akan kehadiran Campus Coffee karena menurut mereka orang yang mengerti tetang kopi pasti akan memilih Le Cafe. Rasa menjadi nilai jual utama yang diandalkan oleh Le Cafe. Rupanya, Campus Coffee sendiri mengaku tidak menganggap Le Cafe sebagai saingannya. “Kita tidak merasa Le Cafe sebagai saingan, karena saya yakin kita memiliki kualitas, profesionalitas dan rasa yang berbeda. Jadi itu semua tergantung selera,” komentar Ibu Meiwita.  Dari sudut pandang kebanyakan mahasiswa sendiri, kehadiran Le Cafe dan Campus Coffee di kampus Semanggi bukan sesuatu yang harus dibanding-bandingkan. Masing-masing memiliki kelebihan dan ciri khas sendiri. Margareta Dea, salah satu mahasiswa yang menjadi penikmat kopi di Le Cafe dan Campus Coffee berkomentar, “Campus Coffee desainnya lebih menarik dan tempatnya lebih cozy, kalau Le Cafe tempatnya agak ramai dan ribut. Tapi kalau soal rasa dua-duanya sama-sama enak.”


(tampilan luar Le Cafe)

(tampilan dalam Le Cafe)

Kehadiran Campus Coffee dan Le Cafe memperkaya pilihan ‘nongkrong’ di kampus UNIKA Atma Jaya Semanggi tidak hanya untuk mahasiswa tetapi juga bagi para dosen dan alumni. Kedunya sama-sama menyediakan kopi terbaik dan makanan ringan yang cukup memanjakan lidah. Le Cafe mengandalkan kualitas rasa kopi mereka, sedangkan Campus Coffee lebih mengandalkan desain yang menarik dan kenyamanan bagi pelanggan. Perbedaan yang cukup signifikan di antara keduanya adalah Le Cafe menyediakan pelayanan dari mahasiswa Hospitality sendiri sedangkan Campus Coffee menggunakan tenaga kerja profesional.